Jakarta,-
Serangan Israel ke palestina beberapa waktu lalu telah menimbulkan ratusan korban jiwa dikalangan anak-anak dan warga sipil. Seperti yang kita ketahui, Palestina resmi merdeka dan mendapat pengakuan PBB pada tanggal 29 November 2012 lalu. Serangan Israel jelas sudah merupakan pelanggaran HAM. Lagi-lagi mereka mengelak dengan alasan yang sama seperti penyerangan tahun-tahun sebelumnya " Pihak Hammas menjadikan anak-anak dan sipil sebagai perisai". berdasarkan wikipedia jumlah penduduk tahun 2009 tercatat 4.136.540 jiwa, sedangkan wilayah Palestina saat ini bisa dilihat dari gambar berikut:
sumber:pusatwawasan
Mayoritas warga palestina berada di Gaza, sehingga tidak masuk logika manusia jika Hammas menjadikan warganya sebagai tameng perang; karna memang luas gaza sangat kecil yakni kurang lebih panjang 41 kilometer dan lebar hanya 6 sampai 12 kilometers atau total kurang lebih 365 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 1,7 jt jiwa (wiki), maka bisa di bayangkan itu merupakan kota padat.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi
solidaritas dan penggalangan dana untuk Palestina di Bundaran HI,
Jakarta, Ahad (13/7/). Ketua Umum PP KAMMI Andriyana menyatakan KAMMI
mengutuk tindakan tak berperikemanusiaan yang terus dilancarkan Israel
tersebut.
“Kekejaman Israel atas Palestina bukan hanya soal agama namun juga
menjadi masalah pelanggaran internasional terhadap hak asasi manusia
(HAM)," kata Andriyana, kutip dari Republika Online.
Sebelumnya, PP KAMMI telah mengeluarkan instruksi kepada kader dan
pengurus KAMMI wilayah maupun daerah di seluruh Indonesia untuk bersatu
bergerak melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana.
“Bagi seluruh kader KAMMI di wilayah maupun daerah saya instruksikan
untuk mulai melakukan aksi solidaritas. Aksi dimulai tanggal 10 hingga
17 Juli mendatang,” ujar Andriyana.
PP KAMMI juga mengajak seluruh elemen, baik Pemerintah Indonesia,
negara OKI, dan PBB untuk menekan Israel agar menghentikan
penyerangannya.(/edt & kutipan republika).






