Home » » Pemerintah Baru Pertahankan Kurikulum 2014, Wapres Minta Implementasi Berjalan Lancar

Pemerintah Baru Pertahankan Kurikulum 2014, Wapres Minta Implementasi Berjalan Lancar

Written By YAN on Rabu, 09 Juli 2014 | 07.11

Jakarta,-

Awal tahun ajaran baru 2014/2015 diperkirakan molor dan baru dimulai pada 4 Agustus nanti. Tetapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap meluncurkan implementasi kurikulum baru itu pada 14 Juli. Terkait kekurangan implementasi kurikulum baru, dituntaskan sambil berjalan. Seremoni implementasi kurikulum baru di tahun pelajaran baru 2014/2015 rencananya tetap dilaksanakan pada 14 Juli nanti dan dipusatkan di Papua. Motivasinya adalah bentuk perhatian Kemendikbud dan tidak menimbulkan kesean Jakarta centris.

"Saya ringkes-ringkes (kemas-kemas) dari kursi Mendikbud Oktober. Insyallah yang duduk di sini nanti tetap melanjutkan Kurikulum 2013 dan program-program lainnya," kata Nuh. Seperti program pendidikan menengah universal (PMU), yang juga menekankan pembentukan karakter bangsa.

"Perluncurannnya saja 14 Juli. Karena tidak mungkin dipaksakan dilaksanakan serentak pada 14 Juli," kata Nuh.

Selain itu, Nuh mengatakan APBN 2015 yang digunakan pemerintah baru nanti disusun oleh pemerintah saat ini. Mengenai urusan pendidikan, dalam APBN 2015 nanti masih disisipkan anggaran untuk memperkuat implementasi kurikulum baru. Namun, sampai saat ini postur APBN 2015 masih belum disahkan.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim usai menyampaikan laporan perkembangan pelatihan dan pemesanan buku Kurikulum 2013 kepada Wapres Boediono di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (1/7/2014) siang.

Musliar mengatakan, Wapres Boediono sudah terlibat sejak awal dalam implementasi Kurikulum 2013. “Hasil rapat tadi positif. Wapres (Boediono) ingin agar (implementasi) Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Musliar menyampaikan, saat ini pengadaan buku dan pelatihan sudah berjalan. Pemesanan buku, kata dia, dilakukan oleh sekolah kepada penyedia buku dalam hal ini pemenang tender pengadaan buku. “Untuk memperlancar pelaksanaannya, pemesanan buku dilakukan melalui dua skenario yaitu dengan mengisi borang (formulir) atau melalui email,” katanya.

Sementara untuk pelatihan guru dilakukan dengan melibatkan instruktur nasional yang berkualitas. “Kami optimis guru masih bisa dilatih sampai tahun pelajaran baru (dimulai),” kata Musliar.(/edt)





Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim...
Share this article :
 
www.SuaraCampus.com
Proudly powered by Blogger
c8aa4895b1c18e0384d530182609280712a33c9599c08b39a4
Copyright © 2011. Dunia Campus Kita - All Rights Reserved