Home » » Siswa Indonesia Mengukir Prestasi di Kancah Dunia

Siswa Indonesia Mengukir Prestasi di Kancah Dunia

Written By YAN on Jumat, 11 Juli 2014 | 04.39

Jakarta,-

Siswa-siswi terbaik kembali mengharumkan nama Bangsa di ajang internasional. Sebanyak 5 siswa berhasil menunjukkan kemampuannya di ajang bergengsi olimpiade matematika internasional World Mathematics Invitational (WMI) yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan, pada 14- 18 Agustus 2013 lalu dan berhasil membawa pulang medali perunggu dari 10 medali perunggu .

Kelimanya adalah Beauty Valen Fajri, Bintang Alethea Nagara dari SDN Lawangan Daya 2 Pamekasan, Prima Sultan Hudiyanto dan Muhammad Salman Al Farisi siswa SMPN 2 Pamekasan dan Moh. Amiril Haq dari MTs Unggulan Bustanul Ulum Waru Pamekasan. SAMPANG-Penanggung jawab program alokasi dana desa (ADD) di beberapa kecamatan rancu. Penyebabnya, karena surat keputusan (SK) bupati terhadap penanggung jawab, yakni camat sudah kedaluwarsa, sehingga program tersebut tidak bisa dilaksanakan secepatnya.

Kedaluwarsanya SK tersebut karena dalam surat bernomor 188/221/KEP/4341.013/2013 tertanggal 3 Juni 2013, yang berisi susunan keanggotaan tim fasilitasi tingkat kabupaten dan tim pendamping tingkat kecamatan, ADD banyak yang sudah pindah tugas atau menduduki jabatan lain pascamutasi. Kondisi tersebut dibenarkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Peduli Sampang (GERPAS) Jawahir Asy’ari.

Pihaknya meminta, Pemkab Pamekasan memperhatikan prestasi siswa dengan memberi kebebasan kepada mereka dalam memilih sekolah lanjutan. Salah seorang siswa berprestasi, Prima Sultan Hudiyanto mengatakan, pesaing pada olimpiade ini cukup berat. Dirinya bersyukur meski hanya bisa membawa pulang medali perunggu. ”Lawan-lawannya sangat berat. Apalagi, bahasa yang digunakan memakai Bahasa Inggris, berbeda dengan tuan rumah dan tim Cina yang mengerjakan soal dalam bahasanya sendiri sesuai aturan yang telah ditetapkan tuan rumah penyelenggara pada even ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Faizal- Erick- sapaan akrabnya, selaku Team Leader pada olimpiade itu sekaligus Pimpinan Klinik Pendidikan Gerbang Salam Erick Institute (EI) Indonesia, tempat mereka dibimbing, membenarkan jika pada kompetisi tersebut lawan yang dihadapi cukup berat. Dijelaskan, tim dari USA saja hanya membawa pulang 2 medali perunggu, sementara medali emas dan perak berhasil diborong tuan rumah Korea Selatan, Taiwan dan Hongkong.

Menurutnya, dalam kompetisi itu diikuti sekitar 700 peserta dari 12 negara. Di antaranya, USA, Cina, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Nigeria, Indonesia, Korea Selatan dan beberapa negara bagian. Sementara untuk menjadi peserta, harus melalui seleksi tahapan yang cukup ketat. Seleksi dilaksanakan secara nasional. Dalam seleksi tahap 1, calon peserta harus memenuhi beberapa kriteria.

Di antaranya, harus pernah juara 1-5 olimpiade matematika level kabupaten atau juara OSN/ KSM tingkat kabupaten. Berikutnya, seleksi tahap 2 hanya bisa diikuti oleh siswa juara 1-5 olimpiade matematika di level provinsi atau juara OSN/KSM tingkat provinsi. Sedangkan seleksi tahap 3 hanya bisa diikuti oleh siswa juara 1-5olimpiade matematika level nasional atau peserta dan juara OSN/KSM tingkat nasional.(/radar)




Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim...
Share this article :
 
www.SuaraCampus.com
Proudly powered by Blogger
c8aa4895b1c18e0384d530182609280712a33c9599c08b39a4
Copyright © 2011. Dunia Campus Kita - All Rights Reserved