Home » » Peringati Hardiknas, Generasi Indonesia Harus Kreatif, Inovatif, Produktif, Berkarakter, dan Cinta Tanah Air

Peringati Hardiknas, Generasi Indonesia Harus Kreatif, Inovatif, Produktif, Berkarakter, dan Cinta Tanah Air

Written By YAN on Rabu, 09 Juli 2014 | 07.15

Jakarta,-

Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Kemendikbud menyiapkan Kurikulum 2013. Kurikulum ini diterapkan agar Bangsa Indonesia dapat mempersiapkan Generasi Emas yakni generasi bangsa yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter, cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia.

"Dengan generasi emas itulah, kita bangun peradaban Indonesia yang unggul, menuju kejayaan Indonesia 2014," ucap Mendikbud Muhammad Nuh saat menjadi Pembina Upacara peringatan Hardiknas 2014 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Pemperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei tahun ini, betemakan 'Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul.' "Pendidikan pada hakikatnya ialah upaya memanusiakan manusia, untuk membangun peradaban yang unggul," kata Nuh. Ia menggarisbawahi, dalam dunia pendidikan terdapat dua hal mendasar. Pertama, perihal akses mendapatkan layanan pendidikan yang dipengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan pendidikan itu sendiri.

Pemerintah dan Kemendikbud mengeluarkan kebijakan dan program layanan seperti Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang menyasar pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Siswa Miskin, Bidikmisi atau bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa, Sarjana Mendidik di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terpencil (SM3T), juga Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), yang bertujuan dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa Indonesia.

"Kebijakan dan program tersebut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ini ditandai dengan naiknya Angka Partisipasi Kasar (APK) yang tinggi dan lebih inklusif, terutama pada tingkat SMP atau MTS, SMA atau SMK dan perguruan tinggi," papar Nuh.

Hal lainnya, terkait kualitas pendidikan sangat dipengaruhi 3 hal, yaitu ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum, juga sarana prasarana. Oleh karena itu, beberapa kebijakan dan pelatihan ditelurkan, di antaranya pendidikan dan pelatihan guru, penerapan Kurikulum 2013, serta perbaikan infrastruktur Sekolah.

"Penerapan Kurikulum 2013 secara bertahap dan menyeruluh, tahun ajaran 2014-2015 merupakan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan profesional tenaga pengajar, kepala sekolah, dan pengawas," jelas Nuh.

Di luar itu, lanjut Nuh, penerapan kurikulum baru ini untuk melakukan penataan sistem perbukuan pelajaran. "Melalui Kurikulum 2013, anak-anak kita akan memiliki kompetensi secara utuh yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan," ujar Nuh.

Di sisi lain masyarakat mulai memiliki ke khawatiran terhadap Kurikulum 2013, selengkapnya: Linked





Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim...
Share this article :
 
www.SuaraCampus.com
Proudly powered by Blogger
c8aa4895b1c18e0384d530182609280712a33c9599c08b39a4
Copyright © 2011. Dunia Campus Kita - All Rights Reserved