Campus Maya..... Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

Daur Ulang Sampah Aki Mobil Bekas Menjadi Solar Energy

Written By YAN on Rabu, 27 Agustus 2014 | 20.22

Banyak orang menyepelekan masalah sampah, kebanyakan orang menganggap sampah merupakan barang yang sudah tidak berharga lagi sehingga dibuang dimana saja. Padahal tidak sedikit darinya merupakan bahan bahan Kimia berbahaya bagi kesehatan, salah satu contohnya adalah Timbal, Besi, Merqury, dsb. 
Indonesia merupakan salah satu pengguna terbesat kendaraan bermotor, maka tak heran jika disamping konsumsi bahan bakar yang besar juga menyisakan sampah kendaraan bermotor sangat banyak, contohnya adalah Aki Kering.
Saat ini kebanyakan orang Indonesia memanfaatkan Aki Kering bekas dengan cara di daur ulang, yakni dengan memindahkan isinya ke wadah yang masih bagus, sehingga Aki bisa dipakai kembali. Memang cara seperti ini bisa menghemat penggunaan Aki dan bisa memanfaatkan Aki agar bisa dipakai berulang-ulang, namun demikian nilai ekonomisnya akan semakin menurun karena biasanya harga Aki bekas sangat murah jika dibandingkan dengan Aki baru, selain itu juga daya penggunaanya semakin pendek.

Menjadikan Aki Kering bekas Mobil menjadi barang yang lebih berharga tentunya sangat kita inginkan, selain dapat menambah nilai daya guna, juga bisa menambah nilai ekonomis (nilai jual), salah satunya yakni dengan menjadikan Isi Aki Kering bekas menjadi Solar Energy (penghasil Listrik Tenaga Matahari). 

Berikut ini salah cara mengolah Aki Bekas menjadi Solar Energy:
1. Keluarkan Aki Kering bekas dari mobil, lalu bersihkan, kemudian keringkan.
Setelah itu, keluarkan lempengan  Anoda+ (Pb) dan serbuk Chatoda- (PbO2) dari dalam lalu pisahkan dan simpan dalam wadah.
2. Syntetist bahan tersebut menjadi Pbl2, dengan cara:
- Memanggang PbO2 pada suhu 600 C selama 5 jam agar dihasilkan Timbal Oxida (PbO)
- Lalu larutkan Timbal (Pb)  dengan dilarutkan pada Asam Nitrat (HNO3) dan Timbal Oxida (PbO) dengan Asam Asetat (CH3CO2H)
- Campurkan larutan Kalium Iodida (Kl) kedalam ke dua larutan tadi. Hasilnya adalah larutan keemasan.
- Kemudian Keringkan dengan di buat lempengan tipis seperti foto.
3. Maka dihasilkan Solar Energy yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Untuk lebih jelas perhatikan video berikut ini:




catatan: terjemahkan dengan google translate jika masih kurang mengerti,




Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim...

Pengorbitan Satelit Lapan A-2 Akan Segera Dilakukan

Written By YAN on Jumat, 18 Juli 2014 | 00.06

Jakarta,-

Pengorbitan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) A-2 masih menunggu kesiapan dari Indian Space Research Organization dari India selaku mitra kerja Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional untuk jadwal peluncuran.

Salelit komunikasi, ilustrasi (republika)
"Penundaan peluncuran satelit kini sudah masuk tahun ketiga, karena seharusnya tahun 2012 satelit A-2 ini sudah mengorbit ," kata Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan Suhermanto saat dihubungi di Jakarta, Kamis (17/7).

Ia menjelaskan penundaan peluncuran satelit yang pembuatannya di Indonesia tersebut karena India belum menyelesaikan pembangunan satelit Astrosat yang merupakan muatan utama dari Roket PSLV-C23 milik India.

Suhermanto juga mengatakan rencana peluncuran satelit yang menghabiskan dana sekitar Rp40 miliar itu harus menunggu Indian Space Research Organization (ISRO) melakukan penyempurnaan satelitnya.

"Kita masih menunggu ISRO menyempurnakan Astrostat karena Satelit A-2 kita akan menumpang di situ," katanya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pindah rekanan ke negara lain, Suhermanto mengatakan kecil kemungkinannya untuk pindah rekanan karena selain menghargai kontrak kerja sama, ISRO dipandang sebagai rekan yang pas.

"Selain terikat kontrak, biaya yang dibutuhkan juga besar dan waktu yang diperlukan lebih banyak. Selain itu rencana Aerostat yang akan mengorbit secara ekuatorial juga jadi pertimbangan sendiri," katanya.

Selain itu, hal lainnya yang jadi pertimbangan karena keinginan dari Lapan adalah untuk meluncurkan satelit di orbit ekuator yang memungkinkan A2 melintas sebanyak 14 kali.

Ditemui di tempat berbeda, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Jasyanto mengatakan ada kemungkinan satelit A-2 bisa mengorbit di pertengahan 2015 ini.

"Kabar terakhir dari ISRO peluncuran telah dijadwalkan di pertengahan 2015 ini bulan Juni dan Juli," kata Jasyanto.(/republika)




Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim...
 
www.SuaraCampus.com
Proudly powered by Blogger
c8aa4895b1c18e0384d530182609280712a33c9599c08b39a4
Copyright © 2011. Dunia Campus Kita - All Rights Reserved